Kamus lengkap simbol diagram alir (flowchart) berdasarkan standar ANSI dan ISO. Dilengkapi bentuk grafis, fungsi utama, dan contoh penggunaannya dalam algoritma pemrograman.
Katalog Simbol Standar Flowchart
Standar ANSI / ISO Internasional
1. Terminator (Terminator Symbol)
Bentuk oval atau kapsul lonjong yang digunakan untuk menandakan titik awal (Start/Mulai) atau titik akhir (End/Selesai) dari suatu alur flowchart.
๐ Contoh: "Mulai", "Selesai", "Start", "Stop"
2. Proses (Process Symbol)
Bentuk persegi panjang untuk menunjukkan instruksi pemrosesan data, kalkulasi perhitungan matematika, penugasan variabel, atau eksekusi fungsi komputasi.
๐ Contoh: "Luas = Panjang ร Lebar", "Hitung Total Belanja"
3. Keputusan (Decision Symbol)
Bentuk belah ketupat (diamond) untuk proses pengambilan keputusan logika berkondisi. Memiliki minimal dua cabang alur keluaran: Ya (True) atau Tidak (False).
๐ Contoh: "Nilai >= 75?", "Password Benar?"
4. Input / Output (Data Symbol)
Bentuk jajar genjang yang menyatakan proses penerimaan data dari pengguna (Input) atau pencetakan/penampilan informasi hasil olahan (Output).
๐ Contoh: "Masukkan Nama & PIN", "Tampilkan Nilai Akhir"
5. Dokumen (Document Symbol)
Menyatakan data keluaran (output) yang disajikan dalam bentuk fisik cetak, lembaran laporan tertulis, struk pembayaran, atau berkas kertas.
Bentuk silinder yang menyatakan proses penyimpanan atau pengambilan data secara langsung dari media basis data (database / server storage).
๐ Contoh: "Simpan ke Tabel User", "Query Data Transaksi"
7. Persiapan (Preparation Symbol)
Bentuk segienam (hexagon) untuk memberikan nilai awal variabel (inisialisasi) atau mempersiapkan parameter awal sebelum perulangan (looping).
๐ Contoh: "Inisialisasi i = 0", "Counter = 1"
8. On-Page Connector (Penghubung Halaman)
Bentuk lingkaran kecil dengan huruf atau angka di dalamnya untuk menghubungkan alur diagram alir yang terputus pada halaman kertas yang sama.
๐ Mencegah garis panah saling bertabrakan atau ruwet.
9. Off-Page Connector (Beda Halaman)
Bentuk segilima menyerupai rumah kecil untuk menghubungkan alur flowchart yang tidak muat dalam 1 lembar dan harus berlanjut ke halaman berikutnya.
๐ Dipakai pada flowchart proses bisnis berskala besar.
10. Garis Alir (Flowline Symbol)
Garis panah yang menunjukkan arah jalannya instruksi dan menghubungkan satu simbol proses dengan simbol berikutnya secara berurutan.
๐ Arah standar: dari atas ke bawah, atau dari kiri ke kanan.
Panduan Membaca & Membuat Flowchart yang Benar
Flowchart (diagram alir) adalah representasi grafis dari algoritma, alur kerja (workflow), atau langkah-langkah pemecahan masalah secara terstruktur. Flowchart sangat krusial dalam dunia pemrograman, analisis sistem bisnis, hingga perancangan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Aturan Penting dalam Membuat Flowchart:
Selalu Diawali dan Diakhiri Terminator: Setiap diagram harus memiliki 1 titik START dan setidaknya 1 titik END.
Arah Aliran Konsisten: Alur utama harus bergerak dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan agar mudah dipahami pembaca.
Keputusan Harus Lengkap: Simbol belah ketupat (Decision) wajib memiliki minimal dua cabang keluar dengan label jelas ("Ya" dan "Tidak").
Hindari Garis Bertabrakan: Jika garis terlalu rumit, manfaatkan simbol On-Page Connector (lingkaran) sebagai jembatan alur.